Tampilkan postingan dengan label Bhagawad Githa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bhagawad Githa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 November 2013

INTISARI BHAGAWAD GITA



BHAGAWADGITAsejatinya merupakan dialog antara jiwa(diri pribadi) dengan Brahman(Tuhan) yang ada dalam diri kita sendiri. Kegalauan Arjuna mewakili kegalauan diri kita sendiri tentang tugas dan kewajiban. Ketika kita bimbang, ragu kemanakah kita harus bertanya ??Arjuna bertanya kepada Krisna, namun setiap orang memiliki Krisna dalam dirinya yaitu percikan Brahman dalam diri yang disebut Atman. sosok Krisna bukanlah Tuhan, Dia adalah WAKIL TUHAN dalam menyampaikan ajaran Ketuhanan. Ketika WEDA menjadi semakin BIAS dengan pemujaan dewa-dewa, maka diturunkanlah Bhagawadgitha sebagai pancama weda yang mengupas tentang Ketuhanan.



I.        DEWA BUKAN MANIFESTASI TUHAN
VII.24
Orang yang picik pengertian beranggapan 
Aku yang tak berbentuk seperti termanifestasikan 
Tidak mengetahui sifatKu yang kekal abadi 
Tidak berubah-ubah, Yang Maha Tertinggi
VII.25 
Terselubungi oleh kekuatan cipta mayaKu
Aku tidak kelihatan bagi semua
Dunia yang kacau ini tidak mengetahui  Aku
Yang tidak terlahirkan dan tidak pernah sirna 

Dari kedua sloka Bhagawadgita tersebut dijelaskan bahwa Brahman Yang Esa tidak termanifestasikan.Anggapan masyarakat selama ini bahwa Tuhan termanifestasikan dalam Dewa, Bethara, Leluhur.Padahal dalam weda sudah jelas sekali disebutkan bahwa dewa adalah CIPTAAN Tuhan yang memiliki tugas masing-masing.Ibarat Presiden yang membagi pekerjaan kepada menteri-menteri nya. JIka kita menyembah Tuhan dalam manifestasinya, maka kita sama saja menyembah semua ciptaanNya, alam semesta ini adalah manifestasiNya.  Menyembah sesama ciptaan Tuhan ibarat JERUK makan JERUK.Kita selalu lupa bahwa dalam diri manusia terdapat Atman sebagai percikan terkecil dr Brahman.